PH45.id, Sukabumi Jumat (17/04/2026) – Gedung Madrasah Tsanawiyah (Mts) Swasta NURUL HASANAH yang beralamat di Kampung Cicukang 01/01 Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, jauh dari kata Nyaman dan Aman untuk dijadikan tempat belajar mengajar ratusan siswa.
Mts swasta Nurul Hasanah Desa Sindangraja dengan Visi Misi “Siswa Berakhlak Mulia dan Berpendidikan”, namun tidak ditunjang dengan ruang belajar yang nyaman karena kondisi bangunan setiap saat mengancam keselamatan ratusan anak didik.
Komite Sekolah MTS Swasta Nurul Hasanah Ilyas Suwandi, saat dikonfirmasi salah satu rekan wartawan pada Kamis (16/04) menyampaikan keprihatinannya atas fisik gedung Mts yang sudah jauh dari kata layak untuk kegiatan belajar mengajar.
“Saya berharap kepada Kanwil Kemenag Jabar dan Depag Sukabumi yang membawahi Mts Swasta Nurul Hasanah agar memperhatikan dengan turun langsung ke lapangan melihat seperti apa keadaan yang sebenarnya. Anak-anak kami ingin memiliki ruangan belajar yang layak, aman dan nyaman, guna meningkatkan minat belajar,” ujar Komite Mts Nurul Hasanah.
Sambung Komite Mts Swasta Nurul Hasanah, kepada rekan wartawan, “apabila melalui pemberitaan tidak juga mendapatkan respon pihak terkait, kami akan bersurat ke Bapa Aing (KDM), biar Bapa Aing Nyaho, bawah di Jawa Barat masih ada Mts yang hancur tidak layak untuk digunakan, kalau memang di perlukan kami juga akan menghadap langsung KDM, untuk mengadukan keberatan,” tegas Ilyas Suwandi.
Kepala MTS Swasta Nurul Hasanah Yahya Nugraha S.Ag., M.Pd., menambahkan bahwa jumlah murid kami ada 238 siswa-siswi di tahun ajaran 2026-2027. Kami tetap menjalankan tugas belajar mengajar meskipun kondisi fisik ruang yang sudah tidak layak dan jauh dari kata nyaman dan aman.
“Kami dari Mts Nurul Hasanah sudah menyampaikan permohonan baik lisan atau tertulis berupa proposal kepada Depag (Departemen Agama) Sukabumi segera ada perhatian untuk dibangun agar siswa siswi kamu terjamin aman dan nyaman saat belajar,” tutup Ilyas Suwandi.
Hingga berita dipublikasikan, tim redaksi masih berusaha mencari nomor kontak pihak Depag Sukabumi dan pejabat Kanwil Kemenag Jawa Barat untuk di konfirmasi untuk berimbangnya berita.
(Tim Red)







